Crek.. Bokep nggak taahaan..” tintih Tika sambil menggapai-gapai puntingku yang semakin mengencang. “Tikk.. Tika..” Aku menggerakkan kepala melihat langit-langit ruangan merasakan sentuhan lidah Tika yang menari-nari di batang kemaluanku. Ooohh.. Mas.. Seluruh kekuatanku saat itu, semua terfokus pada batang kemaluanku. ” bibirku melumat vagina Tika dengan liar. Kami berdua bersalaman sambil mempersilahkan Tika duduk di depan meja kerjaku, setan burik yang dari tadi sudah mulai menggedor keimanan aku tentang hal-hal yang ngeres, semakin mendesak pikiranku. Iya.. Mas.. “Iya iiyaa Pak, terima kasih,” kataku gugup. “OOo.. “Ohh.. “Sss..” desah Tika ketika aku mulai menggerakkan penisku keluar masuk. Aaampunn” seiring rintihan panjang tersbut, tubuh Tika mengejang dalam posisi kayang. Aroma parfum yang mahal, membuat birahiku naik turun.




















