Suti meraih tengkukku dan membisikkan ke telingaku. Dalam keterkejutanku, ibu malah tersenyum. Bokep AKu akan buat adikku nikmat, bisik hatiku. Ibu bertanya kembali, karean pelukanku belum lepas. Kami sama-sama menikmatinya. Aku mengangguk. Dia berpegangan kuat ke dinding perahu dengan kedu tangannya. Aku tetap memel;uknya dan membiarkan dia berada di pangkuanku. “Aku sudah sampai mas,” katanya. “Ya. Suti meraih tengkukku dan membisikkan ke telingaku. Aku sudah semakin memuncak dan aku juga tak mampu bergerakpelan. Ibu membalasnya. Dari kejauahan aku melihat mereka membawa Suti dan Amir ke kampung dan aku sudah lebih dahulu sampai. Seperti di perahu itu?” kata adikku. “Ya… kita haruspakai kondom, kecuali kalau kau dua hari lagi mau haid,” kataku.Kontolku mengecil dan lepas dengan sendirinya dari memek Suti. Aku semakin tak perduli.




















