Betapa capeknya dia selama ini mengurus ketiga orang anakku, dia melakukannya tanpa mengeluh sedikitpun. Pernikan kita dahulu dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Bokep Dia adalah Yuni. Seperti biasa, wanita itu mengajakku duduk di sofa. Kok kuperhatikan akhir-akhir ini mas banyak diam”“Iya, ngggak apa-apa kok,”“Syukurlah kalau begitu mas” Yuni ikut naik ke ranjang sambil menyelimuti tubuhku dengan selimut yang lembut dan wangi. trus maen kuda-kudaan”“Sudah malam Farhan, papa capek besok saja ya?”“Nggak mau, pokoknya papa harus temenin maen, kalau tidak Farhan nggak mau tidur malam”.Dengan sangat terpaksa aku menemanin keponakanku itu bermain sepuasnya. Kemudian wanita itu membuka sepatuku, kaus kakiku dan tidak lupa menyuguhkan secangkir teh manis hangat dan sepiring kue kesukaanku. Masih teringat ekspresi para tamu undangan yang tersenyum-senyum menyaksikan dua pasang pengantin dengan mempelai pria kembar identik.




















