Aku menutup bagian depan celanaku yang basah dengan tas sekolahku. Ternyata Kak Tina tidak mengenakan bra. Bokep Sana urus sapi”, Kak Tina menepuk bahuku sebelum dia bilang, “Astaga…, kamu ngompol ya, Sapto?”. Sulit ya membacanya?”
Memang kami duduk berdampingan, dengan buku dipegang Kak Tina. Yang
kulihat di sana sungguh luar biasa, dan tak akan pernah kulupakan. Aku membiarkan saja. Suatu malam, setelah aku kelas tiga, setelah
hampir dua tahun di rumah Pak Rochim, aku sedang tidur dengan Kak Tina
di sebelahku. Masih boleh kok. Saat itu sikuku menyenggol rak sepatu. Ini memang mani” Kata Kak Tina. Setelah
aku mengganti celana, aku meraih novel itu. Kelihatannya dia lega aku tak memergokinya. Aku
semakin takjub.




















