“Erriik..!! Bokep “Eriik!! “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Mungkin karena puber. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Itu namaku. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Sakit!! Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Mukaku terasa panas. Tapi, tidak saat ini. Bosan dengan posisinya, Erik membalikkan posisi tubuhku




















