Striptease di Fort-street selandia sana masih kalah jauh dengan yang satu ini. “Dasar !”, katanya sambil senyum manis. Bokep “Teh ama kopinya bener…”
“Susunya?”
“Heh.., heh..”, sahutku nakal. setelah air hangat penuh aku berendam selama seperempat jam untuk ‘merebus’ otot-otot sekaligus mengendorkannya.Jam enam kurang satu menit, masih dengan tubuh basah aku keluar dari kamar mandi karena telepon berbunyi. Bagiku Pramugari is just pramugari. Begitulah kira-kira instruksi singkat yang kudengar samar-samar di telingaku.Tiba-tiba, “Sutt.., srrruuutt..”, tak tahu apa yang dilakukan dengan pinggulnya, yang jelas gerakannya membuat tulang-tulangku serasa lolos sampai sunsumnya. Kuhampiri, kupeluk dia agar agak cepat ketegangannya menurun.




















