“Lu pengen man?”, tanya Zenit.“Kan itu namanya pesta bro…”, jawabku.“Hmm, gini aja deh…”, dia memberi solusi. Bokep Lucunya lagi DVD yang dia pakai untuk memutar lagu itu adalah merk Sony, alias buatan Jepang, mungkin dia tidak sadar.Hanya televisi saja yang dia pakai merk Samsung, aku tidak mau menyinggungnya, takut dia marah. Ku biarkan sejenak kontolku menancap dalam memeknya, ku rebahkan tubuhku kembali hingga menindih Minoru. Sampai jumpa lagi kawan, akan ku “siksa” Minoru sesuai dengan pesanmu. Aku yakin dia juga ingin cepat-cepat menyudahi ini.Sedari tadi dia juga memandangi jam dinding, mungkin dia khawatir akan pulang kemalaman. “Dia pasti datang bro… Atau dia bakal liat videonya terunggah di internet, hahaha…”, kata Zenit. Wajah cantiknya yang bening bagai artis Jepang itu semakin membuatku bernafsu.Gairahku menciumi harum rambutnya sekarang ku arahkan ke bibir kecilnya, ku ciumi lekuk




















