Tiba-tiba HP-nya berbunyi, kurebut HP itu dan kuhempaskan di jalan sampai pecah.“Ingat… jangan bertindak aneh-aneh… kalau masih ingin hidup…” pesanku sesampainya di parkiran Pinang Inn.Mobil langsung masuk garasi, dan aku menghubungi Front Officer. Kunyalakan TV channel yang memutar film-film biru. Bokep Cairannya mengalir lagi walau tidak sebanyak yang tadi. Namun tak peduli.“Ayo.. Lehernya bahkan kuberi tanda cupangan banyak sekali, walau aku tahu empat hari lagi dia akan menikah. saajahh…”Kami berdua berbicara tak karuan.“Oughhh… aihhh.. terserah kamu ton..”“Nggak.. kamu.. Mau mati? Bencilah kepadaku karena aku bukanlah calon suamimu”, kataku agak kesal dengan sedikit berdiplomasi. Kubalikkan tubuhnya. kaaamu…”Kusodok terus, sampai akhirnya semua batang kemaluanku terbenam di liang kewanitaannya.




















