Bahkan dia meremas-remas jari tanganku. Bokep “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Namun sebelumnya dia memberitahu kalo aku harus membalasnya dgn cara-cara yg tak pantas untuk disebutkan. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos. Bahkan kepalaku terasa pening dan berdenyut menatap badan yg polos dan indah itu.Begitu rapat sekali badannya ke badanku, sehingga aku bisa merasakan kehangatan dan kehalusan kulitnya. Di kampus, sebenarnya ada seorang perempuan yg perhatiannya padaku begitu besar sekali. Kembali Lidya mencium bibirku. “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja.




















