“Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. Bokep “Kenapa tidak terus, Ray?”
“Aku… aku akan membiarkanmu dalam dosa-dosamu.”Kulangkahkan kakiku meninggalkannya. Sesaat setelah percintaan itu, aku mulai bisa menebak berkas-berkas fakta yang sebelumnya terasa begitu gamang. Sayang. Chie memanfaatkan salah satu prinsipku, yaitu bahwa aku takkan berhubungan seksual terang-terangan dengan gadis yang masih perawan, sehingga ia mencoba membuatku percaya bahwa ia sudah tidak perawan lagi. Siapa suruh diam,” kataku setelah mendudukkan diriku di sampingnya, dan menyimpan bungkus rokok itu di tempat yang aman.“Ah, Ray,” Chie mendesah. Kok malam-malam?”
Sejenak keheningan terdengar dari seberang, membuatku bertanya-tanya. Ah. Benarkah? Dan perbincangan dengan Chie sebelumnya akan makna keperawanan membuatku semakin hanyut dalam percintaan itu.




















