“Jalan yuk.”
“Hah.. mm..” kudengar Nia mengeluh dan kulihat matanya terpejam, meninggalkan garis kepasrahan saat kugenggam susu-nya dengan telapak tanganku. Bokep It’s okay,” emosiku sedikit mereda. “Ahh.. “Ahh.. Kugandeng lengannya menuju jok belakang. nggak pernah ada apa-apa kan?” Aku tersenyum kepadanya.“Thanks..”
“Your welcome, Ray,” jawab gadis manis itu sebelum menghilang di balik pintu rumahnya. “Ya, begitulah namanya orang pacaran, kan nggak harus senang terus..” kudengar bisikannya. “Aku butuhh.. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? iya deh, tapi jangan berantem terus.”
Pikiranku sedikit melayang. my lady.”Ternyata begitu, hmm.. Aku sangat terharu, karena aku juga tahu betapa ia menyayangiku, namun karena persahabatan adalah yang terpenting baginya, ia rela menyerahkan kemenangan itu kepada Enni.




















