Beberapa menit kemudian Belinda kembali, sesenggukan dan matanya basah.“Maaf, Om…*hiks*” ujarnya di sela isak tangis.“Nggak apa-apa, Bel… Kabar kurang enak kah…?”“Parah Om…” kata Belinda dengan nada pilu. Bokep Foto terus.”Tubuh Belinda turun lagi. Jordy sudah menyiapkan semuanya, jadi Belinda tinggal berpose dan aku serta Jordy tinggal memotret. Duh, wajahnya terlalu dekat.*cup*Tiba-tiba saja Belinda mengecup bibirku.“…hmm…” desahnya.Waduhhhh,.tampangku pasti sudah seperti orang bego. Dadaku sakit disergap rasa bersalah dan malu. “Pa, boleh minta bantuannya nggak?”“Ada apa, sayang?”“Papa tahu temanku Belinda nggak? Dia berbalik, memperlihatkan punggungnya.Dengan hati-hati aku menarik resleting korset gaun pengantin itu. Aku berusaha berpaling, sakit rasanya mendengar cerita pengalaman Belinda.“Om…”“Om!”Belinda mendesah.“Ah… benar kan, Om sudah nggak peduli aku lagi…”“Bukan gitu Bel, aku…”“Nggak apa-apa, Om…” kata Belinda lirih. Akhirnya dia ngentotin aku lagi sampai dia keluar.”Kimura-san memberinya bayaran yang besar.




















