“Terserah maunya gimana…”, kata Candra. Bokep Sungguh rendah rasanya, aku merasa ternoda, apalagi Chandra berpesan, “Lain kali ke sini lagi ya kalau gue minta…”.Hari itu aku sangat lelah, lelah pikiran dan perasaan. “Masuklah…”, katanya sambil tersenyum, lalu pintu ditutup dan dikuncinya.“Mau mu apa?”, aku bertanya langsung. “Gue pengen lu layani gue, atau gue sebarin video ini…”, ancam Chandra.Sial pikirku, apa yang harus aku lakukan? Aku rasanya ingin sekali mengakhiri hidupku ini. Hingga kedua tangannya ku biarkan meremas-remas kedua belah payudaraku itu.Beberapa menit meremas dadaku sepertinya Candra sudah mulai bosan, ia pun kemudian memelukku, dadanya mengenai susuku, dan penisnya pun mengeras dekat selangkanganku. Setelah memakai kondom tersebut, Candra langsung saja kembali menidihku, aku hanya terdiam, kututup mataku, aku tidak bisa berpikir apalagi yang harus aku lakukan, kecuali pasrah membiarkan Candra menyetubuhiku hingga ia puas.Candra mulai




















