Sampai jumpa lagi kawan, akan ku “siksa” Minoru sesuai dengan pesanmu. Benar yang dikatakan Zenit, tidak lama dari itu Minoru datang, “Sendirian kan?!”, ancam Zenit ketika membuka pintu. Video bokep “Coba lu menari kayak penyanyi-penyanyi AKB48!”, perintahku.“Minoru ga pandai menari…”, katanya.“Eh… Melawan lu?!”, singgung Zenit sambil melotot. Kembali aku menyoroti Minoru dengan keadaan sama-sama telanjang. Minoru sudah mulai membalas ciumanku, kubelai rambutnya perlahan, hingga kami bagaikan sepasang kekasih yang memadu cinta.Zenit masih tertidur pulas, dia sepertinya kecapekan, aku tidak mau membangunkanya, bisa saja dia malah mengganggu kegiatanku ini. Dia ingin pergi ke Jepang setelah mengambil ijazah.


















