Kalo malam, kami tidur beda kamar. Bokep tambahnya kemudian.Aku mengangguk.Setelah sekali lagi menyakinkanku, bibi akhirnya tersenyum. Dia tidak bertanya apa-apa lagi.***Kira-kira empat hari setelah persetubuhan pertamaku, kulihat bibi sudah mulai cemberut lagi. Anak seumurku kan lagi pengen-pengennya. Gak apa-apa, tenang saja. Biarlah samaranku terbongkar, yang penting aku bisa terus menikmati belaian tangannya. Kini aku tahu kenapa tadi dia mengelapnya, rupanya dia mau menggunakan meja itu sebagai ajang pertempuran kami nanti. Sehari-hari, sudah menjadi makananku, jika aku menjadi bahan ledekan atau jahilan dari saudara-saudaraku. Bibi masih belum pulang.Keluar dari kamar mandi, kulihat sudah ada bakso dan martabak di meja tengah, Ayo makan, mumpung masih panas.




















