Hingga Reni teriak kalau dia tidak dapat bernafas, kamipun tertawa. Reni mau pulang..” Katanya memecahkan kesunyian di antara kami. Bokep Masih aku ingat saat pertama kali kami melakukan Reni menangis karena telah memberikan kehormatanya padaku.Rasa cemburuku terlalu besar di saat itu juga aku memutuskannya di depan banyak orang. Hingga sekarang penyesalan yang terjadi, untuk meminta maafpun sudah tidak bisa karena Reni sudah tidak lagi tinggal di rumah orang tuanya dia memilih untuk meninggalkan kota ini.Bahkan ketika berulang kali aku menanyakan keberadaan Reni seluruh keluarganya sepakat untuk tutup mulut. Saat itulah aku melihat sosok yang selama ini aku rindukan “Reni….” Kataku tapi diapun pergi dan aku tidak lagi membuang kesempatan aku kejar Reni hingga di tempat parkir dia masuk dalam mobilnya.Akupun tidak menyiakan kesempatan akupun ikut masuk dalam mobilnya “Sudaah Bagas kamu keluar sana..” Teriak




















