“Uhh.. “Tumben Zainal tidurmu sebentar, bangunmu pagi sekali ya, aku sempat melihatmu sibuk tapi karena masih ngantuk jadi aku pilih tidur lagi aja daripada membantumu”, komentarnya. Bokep Aku masih cuek dengan keadaan sekelilingku tapi Indah agak gelisah dan mengeluhkan ajakanku ke kafetaria. Kulihat Indah duduk didepan meja dan mengeluarkan bungkusan yg berisi beberapa roti basah diatas meja. “Kenapa Mbak mau dimadu?”, tanyaku tambah penasaran. kamu nggak pernah bisa diajak serius”, keluhnya dengan muka masam. Sementara itu Indah melepas pakaiannya hingga tinggal ber-BH dan celana sambil mengambil handuk kering dari tasnya. Aku menggelengkan kepala saja dan meneruskan merokok. Beberapa langkah alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk muncul dan ikut kucatat. “Kenapa sih Zainalkamu kok banyak diam?




















