“Rianti, aku mau bicara…” aku menghampirinya sebelum dia melihat kami, karena aku takut dia malah menghindar. Aku segera bangkit untuk mengejarnya, tapi usahaku tidak perlu karena Dini kembali ke kamar dengan digendong Mamat. Bokep Namun motor itu sudah di-oprek Mamat, sehingga sangat mendukung kami ketika menjalani profesi jambret.Jam menunjukkan 18:30, aku sengaja pakai kaos lengan panjang agar tatto ku tidak kelihatan keluarganya. Kami pun berdiskusi untuk membalaskan dendam kami, kami memang orang sudah tapi tidak seharusnya diperlakukan seperti orang rendahan begitu. Karena usaha yang sudah cukup lancar, maka aku pun memberanikan diri untuk lebih dekat dengan Rianti. “Optimis dong bro, entar malem dia pasti jadi kok…” walaupun Mamat belum memiliki pacar, tapi dia lebih mendukungku untuk mempunyai seorang tambatan hati.




















