“Hihihiii…iya…tapi tadi kamu belum lihat ini kan ?” kataku sambil menjauhkan kedua telapak tanganku dari kemaluanku. Video bokep Samar- samar aku menemukan jawabannya. Aku malah jadi curiga. Tak lagi terpecah-pecah. Jujur, aku mulai degdegan waktu membayangkan apa saja yang mungkin terjadi setelah Prima masuk ke dalam kamarku nanti. Lalu kubelai rambut anak tiriku sambil berkata lembut,“Memangnya apa kesalahanmu, sayang ? Siapa tau bunda bisa bantu cari jalan keluarnya.” Tiba-tiba Prima turun dari bedku.Lalu berlutut di lantai, sambil menempelkan wajahnya di lututku. Mau tidur sama bunda ?” Prima tampak kaget lagi mendengar pertanyaanku barusan, “E…emangnya boleh tidur sama Bunda ?” tanyanya hampir tak terdengar. “Dan bangunnya harus subuh…sebelum orang-orang pada bangun.”
“Iya, tiap hari juga saya bangun gak pernah lebih dari jam setengah lima pagi.”
“Ya udah…mendingan kita tidur yok…” kataku sambil menarik pergelangan tangan anak tiriku, mengajaknya




















