Segera saja aku menuju WC di ruang atas. Bokep “Tentu boleh dong, nggak bawa payung ya, Dian?”.“Biasanya sih bawa, cuma tadi pagi terburu-buru, jadi ketinggalan, Pak”. Aku duduk di atas meja, sedang ia duduk di pangkuanku. “Sama-sama, udah dikunci semua kelasnya, Dian?”. “Sama-sama, udah dikunci semua kelasnya, Dian?”. “Pak Ivan, Bapak nggak perlu pakai ini kok, karena saya siap jika Bapak menghendaki saya melayani Bapak malam ini juga”, jawabnya dengan suara mesra dan kerlingan mata genitnya.Nah ini dia yang kutunggu! Beberapa menit kemudian, aku merasa sudah tidak tahan lagi. Saat kami sudah benar-benar saling telanjang, ia mulai menelungkup ke meja sekretariat, melihat posisinya itu, segera kutarik kakinya ke atas dan kupangku di atas bahuku, lalu aku mulai pelan-pelan memasukkan penisku ke liang surganya yang mulai basah, bless, jeb!




















