Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Bokep Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Selain kapabilitasnya yang terjamin, blow job-nya juga bukan main. Dulu waktu kami masih pacaran hampir selusin kali kami bubar dan balik lagi. Hard Rock Cafe cukup ramai. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. Main dobel. Kulihat Oghe begitu menikmati tugasnya sebagai bartender. Sampai akhirnya Felly keluar dari kamarnya. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Malam itu begitu indah. Selalu saja kami gagal bubaran kalau kami saling bertemu. Aku merutuki diriku sendiri. Ia tersenyum lalu berjongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku. Segar. Setelah tarik urat syaraf sebentar karena kartu ajaibku tidak mau digesek, akhirnya aku terbebas setelah mereka mengawalku ke mesin ATM di Sarinah bawah.






