Secepat kilat saya bergeser tempat. Bokep Saat itu istri saya sedang memilih-milih sejumlah PRT yang ditawarkan pengelola.Saya menunggu di ruang tamu dengan anak saya. Dan, waduh. Skandal yang menurut saya luar biasa.Sesungguhnyalah petualangan seks saya sebenarnya belum berakhir. Susah bangun sekalipun anak menangis keras di sisi saya. Dia tak bereaksi. Dia membuka matanya.“Kamu cantik sekali.” Dia terbelalak dan merapatkan selimutnya.Saya terus memandanginya. Memeknya disinari cahaya TV. Dia mengangguk. Saya bingung bagaimana mengawali. Istri saya bersikukuh, bahkan ketika ibu mengancam tidak akan berkunjung ke rumah kami sampai kami mengganti pembantu. Tetapi melihat fisik gadis itu, saya ragu.Rupanya istri saya tahu apa yang ada dalam benak saya. Maaf, pembaca. Anak saya terus bergerak-gerak.




















