Bayangan Yuni tiba-tiba muncul di benakku. Seperti biasa, wanita itu mengajakku duduk di sofa. Bokep berarti sudah 10 tahun lebih usia daster lusuh itu. Masakan istriku yang masih hangat terasa begitu nikmat di lidahku. Kemudian wanita itu membuka sepatuku, kaus kakiku dan tidak lupa menyuguhkan secangkir teh manis hangat dan sepiring kue kesukaanku. Bayangan Yuni tiba-tiba muncul di benakku. Selesai bermain, aku masih harus menunggu sampai Farhan sampai tertidur dan aku baru bisa mandi. Kami tampak begitu bahagia dan serasi. Pernikan kita dahulu dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Kami tampak begitu bahagia dan serasi. “Kita bisa kok mengantarmu ke tempat gadis-gadis cantik yang akan memuaskanmu, cinta satu malam, puas, tanpa komitmen, bayar, pulang deh berkumpul lagi bareng keluarga” Rio turut menimpali.“Ok deh, thanks ya sob masukannya, aku pikir-pikir dulu.”“Iya tapi jangan terlalu lama mikirnya,




















