Lalu?” jawabku. Bokep “Bagaimana kalau kita lanjutkan?” tanya Yuli. Aku pergi ke belakang rumah tempat biasanya sang kambing merumput, aku tidak menemukannya di sana. Ternyata ayam itu milik orang tuaku. Entah berapa kali. Akhirnya aku mencari akal bagaimana melampiaskan hasrat tersebut. Hangat, basah dan terasa lebih lembut. Perasaan enak terasa di ujung kontolku, entah mengapa, mungkin karena imajinasiku membayangkan bahwa memek yang sedang kugesek-gesek itu adalah memek adikku. Yang ini benar-benar lain dan sungguh indah. Ternyata ayam itu milik orang tuaku. Kepala terasa berat, menahan hasrat yang demikian menekan. Karena aku biasa memberinya makan sehingga ayam itu dengan mudahnya kutangkap, walau pun tetap saja mau melepaskan diri, mungkin karena merasa diganggu saat sedang enak-enaknya makan.Ayam itu kuusap-usap kepala dan punggungnya supaya diam.




















