Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku. Bokep memastikan. “Ya sudahlah pa, kita ngalah aja. Pernah membayangkan membuka kancing-kancing besar pada kain jeans? Memejamkan mata.Lama sekali. Tanganku bergerak mencari celana dalamnya. Mataku juga.Aku melanjutkan kenakalanku. Pelan sekali, sikuku bergerak. Aku mulai terangsang.Aku mencoba untuk lebih berani. Putingnya. Orang-orang sudah mulai menampakkan kantuk, dan sepertinya suasana menjadi begitu sepi. Aku langsung tanggap. Tapi bukan itu alasannya. “Dereng mas, jogja ya? Tapi itu dulu.Hampa kadang terasa. Aku kembali mengelus pahanya. Aku membuka tas dan mengambil sweater. Rongga itu seperti tidak berujung. Hehehehe, aku menang. Tampaknya keluarga berada. Aku tetap berkeras. Hidup serasa jalan tol, tanpa rintangan, mulus tanpa gejolak, penuh aturan.




















