“Eh dik Wahyu, tunggu dulu katanya Pipit mau ikut sampai terminal bis. Bokep Begitulah akhirnya kami sering bertemu dan menikmati hari-hari indah menjelang keberangkatan Pipit ke Malaysia. Belum sampai aku menstater mobil pickupku, Bu Murni sambil berlari kecil ke arahku.. Yang ada tiba-tiba seorang gadis umur kira-kira 20 tahunan keluar dari rumah membawa gelas dan kendil air putih segar. “Dik Wahyu, itu tadi anak saya si Pipit..” kata Bu Murni. Dia mau ambil surat-surat dirumah kakaknya. Pipit.. Dia mau ambil surat-surat dirumah kakaknya. Hingga akhirnya secara tak disengaja aku kenal seorang pelanggan yang biasa menggunakan jasa angkutan barang pasar yang kebetulan aku yang mengemudikannya. Aku masih tertegun sambil memandangnya.




















