Wah bisa berabe nih. Semakin lama nafas Mama semakin cepat dan hembusannya makin terasa di wajahku. Bokep Moga-moga saja Mama mau melakukannya ketika sampai rumah. Papa ga merasa nyaman.”
“Loh, Pak Mo itu kan sudah lama jadi supir kita? Aku dilahirkan dalam keluarga pengusaha. Aaaaaaaaaaaahhh……..”Tiba-tiba Mama merebahkan diri di tubuhku dengan mata masih terpejam. Papa merasa kalau Koko yang nganter, maka lebih aman dan nyaman. Mulutku tidak pernah tinggal diam. Dan kini Mama tidak mengerang, melainkan berteriak keras-keras,
“Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh………………..”
Kurasakan selangkangannya dan terutama dinding memeknya bergetar bagaikan tubuh orang yang kedinginan sambil menjepit kontolku erat-erat. Kupikir ia akan marah, namun ternyata ia melanjutkan erangannya. Mama mulai mendesis-desis seperti kepedesan.




















